Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Shalat Gerhana

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salat Gerhana atau Salat Kusufain adalah Salat yang dikerjakan pada waktu gerhana. Hukumnya Sunah Muakkad (Sangat Dianjurkan). Salat ini berjumlah 2 rakaat. Salat tidak akan berlaku jika :

  • Gerhana Matahari (Kusuf)
  1. Saat Gerhana Selesai (Kembali Terang)
  2. Terbenamnya Matahari
  • Gerhana Bulan (Khusuf)
  1. Saat Gerhana Selesai (Kembali terang)
  2. Terbitnya Matahari
Berikut Tata caranya 
  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa Iftitah
  4. Membaca Surah Al Fatihah
  5. Membaca Surah berayat panjang (Disunahkan)
  6. Melakukan Ruku' lalu berdiri lagi
  7. Membaca Surah Al Fatihah, lalu Surah berayat Pendek (Disunahkan)
  8. Ruku' lagi (disunahkan lebih pendek dari pada Ruku' pertama)
  9. I'tidal lalu sujud
  10. Duduk diantara dua sujud
  11. Sujud lagi
  12. Berdiri lalu lanjutkan seperti nomor 4-11
  13. Duduk Tasyahud Akhir sambil membaca doa tasyahud akhir (Tawaruk)
  14. Salam
Kemudian dilanjutkan dengan Khutbah (Disunnahkan).

Kalau Masih belum paham ini video tata caranya.

Sekian dan Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selasa, 15 Oktober 2013

Adab Menyembelih Hewan Qurban

Penyembelihan Hewan Qurban adalah acara setelah Salat Ied pada Hari Raya Idul Adha. Masa berlakunya pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijjah. Saat penyembelihan harus diperhatikan adab seperti ini :

  • Hewan Qurban tidak boleh merasa stres yaitu dengan menjauhkan hewan yang akan disembelih dengan yang belum disembelih.
  • Hewan Qurban yang akan disembelih harus dengan cara yang baik yaitu tidak menyembelih secara berulang-ulang. Cukup sekali sembelih saja supaya hewan tidak merasa kesakitan atau tersiksa.
  • Hewan Qurban menghadap kiblat.
  • Posisi Hewan Qurban berbaring pada lambung kirinya supaya lebih mudah proses penyembelihannya.
  • Hewan Qurban disembelih di leher (tepatnya urat nadi darah) supaya mempercepat proses keluarnya nyawa dan membersihkan daging. Kenapa harus begitu? Karena secara teori darah adalah sumber penyakit dan untuk menghilangkannya yaitu dengan disembelih di urat nadi supaya darah keluar sehingga daging menjadi bersih dan halal. Tetapi kalau darah yang melekat di daging itu tidak mengapa dan dianggap najis ma'fu (dimaafkan/dimaklumi)
  • Usahakan tidak menyembelih sampai putus lehernya dari badan.
Maaf Jika Ada Kesalahan. Terima Kasih.

Senin, 14 Oktober 2013

Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu dari 2 hari raya umat Islam. Hari Raya tersebut dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bulan ini adalah bulan dimana Ibadah Haji dilaksanakan. Hari Raya Idul Adha juga disebut Idul Qurban karena pada waktu tersebut ada acara penyembelihan hewan Qurban. Hewan yang disembelih adalah unta, kambing, lembu, atau kerbau. Hewan disembelih lalu dagingnya dibagikan kepada kaum fakir miskin.
Contoh Hewan Qurban yaitu kambing
Sejarah Ibadah Qurban yaitu pada Zaman Nabi Ibrahim as. yang bermimpi di harus menyembelih putranya, Nabi Ismail as. Lalu, Nabi Ibrahim menyatakan niatnya kepada putranya lalu Ismail mengiyakan. Lalu pada waktu yang ditentukan, Nabi Ibrahim membawa Ismail ke sebuah padang yang kosong. Lalu Nabi Ibrahim bersiap untuk menyembelih putranya. Ketika pedang menyentuh leher Ismail, Kuasa Allah swt. yaitu dengan  mengganti Ismail dengan seekor biri-biri. Lalu, Nabi Ibrahim menyembelih biri-biri tersebut. Pada waktu itu pada tanggal 10 Dzulhijjah yang menjadi hari besar bagi Umat Islam di seluruh dunia.

Sebenarnya, Qurban itu sudah ada sebelum Zaman Nabi Ibrahim, yaitu pada masa Nabi Adam as. yang tepatnya pada kisah Habil dan Qabil. Kalian tahu kan kisahnya. Yaitu saat Nabi Adam akan mengawinkan putranya secara silang. Habil dengan Iqlima. Sedangkan, Qabil dengan Labuda. Tetapi, Qabil tidak setuju karena Labuda tidak secantik Iqlima. Lalu, Nabi Adam tawakal terhadap Allah swt. dengan cara menyerahkan Qurban(persembahan. Ingat bukan sesembahan). Qabil memberikan hasil panen gandumnya yang jelek. Sedangkan Habil memberikan kambing yang paling bagus. Lalu mereka berdua meletakkannya di sebuah batu di atas bukit. Tak, lama kemudian persembahan Habil disambar api yang artinya persembahannya diterima Allah swt. Sedangkan persembahan Qabil masih utuh, tandanya persembahannya tidak diterima. Begitu Kisahnya.

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha

Terima Kasih.